Kampanye Bersama, Silaturahmi Elit Parpol dan Pemilu Damai

April 5, 2009

in 2009

Senin (16/3) besok, kampanye terbuka perdana akan digelar serentak di seluruh tanah air.

Di antara rangkaian kegiatan yang menyertai penyelenggaraan pemilihan umum, kampanye terbuka merupakan momen paling gempita, karena melibatkan massa dalam jumlah yang tidak sedikit.

Gesekan antara para pendukung partai politik saat pagelaran kampanye terbuka biasa terjadi. Gesekan-gesekan yang memantik chaos itu merupakan ekses dari tingginya tensi ketegangan yang didorong oleh semangat kompetitif partai maupun calon legislator dalam berupaya meraih simpati konstituen.

Untuk itu, komisi penyelenggara pemilu baik pusat maupun daerah, mencanangkan digelarnya kampanye damai. Komisi Pemilihan Umum Daerah antara lain di Makassar, Solo, Surabaya, Padang, Banten, dan kota-kota lain di seluruh tanah air, membuka jadwal kampanye perdana dengan menggelar kampanye bersama bertajuk KAMPANYE DAMAI.

Terobosan ini diharapkan dapat meminimalisasi ketegangan antara sejumlah pendukung partai politik. Imej atau kesan yang ingin dimunculkan dari gagasan kampanye bersama ialah kesediaan untuk bersatu dalam perbedaan.

Betapa perbedaan yang kerapkali menyimpan resiko konflik sebetulnya dapat disikapi secara kreatif. Kampanye bersama dengan sendirinya bertujuan menyumbat kanal-kanal potensial penyebab konflik.

Kampanye bersama paling tidak menjadi bagian dari usaha menciptakan kehidupan berdemokrasi yang sehat. Kultur demokrasi pada mulanya diciptakan dari kesediaan menerima perbedaan serta kemauan membuka komunikasi.

Elit-elit partai politik punya peran strategis dalam hal ini. Mereka sangat diharapkan dapat saling menjalin komunikasi intensif guna menghilangkan perbedaan yang terlalu mencolok, dan agar kesan permusuhan dapat ditiadakan.

Tradisi saling mengunjungi, sebagaimana ditunjukkan antara lain oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, saling membuka komunikasi antara satu elit partai dengan elit partai lain akan turut membantu di dalam menciptakan suasana damai sepanjang pemilu.

Kemunculan kubu-kubu, blok-blok dan koalisi-koalisi di bawah bayang-bayang nama figur calon presiden tertentu, memang merupakan bagian dari dinamika politik yang tidak mungkin dihindari.

Blok dan kubu-kubu ini sudah barang tentu menciptakan semangat rivalitas tinggi antara elit partai politik. Namun harus disadari, masing-masing blok ataupun kubu, lahir disertai gagasan serta idealisme yang sama; memacu perubahan ke arah kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Terlepas dari apakah ini sekedar harapan dan janji semu, yang harus dilihat ialah adanya kesamaan dari harapan itu sendiri. Bukankah negara bangsa bernama Indonesia pada mulanya juga lahir karena adanya harapan-harapan yang sama dari para tokoh politik pendiri bangsa ini?

Pemilihan umum menjadi bagian penting dari prosedur penyelenggaraan demokrasi, karena melibatkan secara langsung peran serta setiap warga negara di dalam menentukan para wakil mereka.

Kampanye merupakan sarana sosialisasi partai dan para calon legislator. Visi dan misi perlu dikemukakan agar para calon pemilih memahami dengan benar karakter para calon wakil mereka di parlemen.

Atas dasar itulah mengapa kampanye terbuka diberi jadwal tersendiri. Kampanye terbuka merupakan salah satu momen penting perjumpaan langsung antara para konstituen dan calon wakil mereka.

Tentu tidak setiap konstituen yang hadir dalam gelaran kampanye terbuka ini memengerti apa tujuan para calon wakil mereka berorasi menyampaikan visi misi. Bahkan mungkin harus dikatakan, sebagian besar partisipan dalam kampanye terbuka ini berasal dari mereka yang awam pengetahuan tentang politik.

Tetapi tetap bahwa keikutsertaan mereka untuk hadir dalam kampanye memiliki kontribusi tersendiri. Tanpa keikutsertaan mereka dalam kampanye, dapat dengan mudah melahirkan kesan apatis rakyat terhadap pemilu.

Keikutsertaan mereka dalam kampanye adalah juga dengan sebuah harapan yang besar bahwa pemilu ini akan membawa perubahan bagi nasib dan peruntungan mereka ke depan.

Pengalaman dan kebajikan mengajarkan bahwa setiap tujuan mulia diraih dengan jalan yang benar. Kampanye terbuka sebagai salah satu jalan menuju tujuan mulia ini hendaknya dijalankan secara damai.

Para elit politik di semua level memiliki tanggungjawab mengawal proses kampanye yang akan digelar selama tiga minggu ini agar dapat berjalan sesuai harapan, yakni dengan jalan membangun komunikasi politik yang baik antara sesama elit partai.

Berita Kampanye Pemilu Terkait

{ 0 comments… add one now }

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>