Mendekati pemilu legislatif (Pileg) 9 april 2009, di Kabupaten Nganjuk, Jatim, banyak terjadi aksi saling menjatuhkan antar caleg. Seperti yang menimpa Yoangga, caleg Partai Patriot nomor urut 1 dapil 5 ini.
Ia terpaksa melaporkan black campaign yang diarahkan kepada dirinya itu kepada panwaslu Nganjuk. “Dalam selebaran itu saya disebutkan beragama Kristen, padahal agama saya Islam,” ujar Yoangga sambil menunjukkan selebaran gelap tersebut, di Kantor Panwaslu Nganjuk. Kamis (02/04).
Ia menjelaskan, selebaran gelap itu, didapatkan dari tukang becak yang disuruh seseorang untuk mengantarkan ke rumahnya, setelah dibuka ternyata surat tersebut berisi tentang penjatuhan citra dirinya.
“Setelah saya baca, lalu tukang becak itu saya kejar. Dia mengaku disuruh orang dengan imbalan Rp 10 ribu, sedangkan orang itu tidak dikenalnya,” terang Yoangga.
Dirinya juga khawatir apabila tidak segera ditindaklanjuti, black campaign ini akan merusak citra dirinya di mata masyarakat. “Makanya saya laporkan black campaign ini ke panwas, biar segera ada tindakan, karena sudah banyak selebaran gelap yang beredar di dapil saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Nganjuk Herman S Hadi, mengatakan, dengan adanya laporan tersebut panwaslu langsung menanggapi dengan mengintruksikan kepada panwascam untuk menyelidiki kasus tersebut. “Ini sudah pelanggaran pidana, maka kalau ketahuan siapa yang melakukan perbuatan tak bertangjung jawab ini kita akan segera tindak tegas,” ucapnya.
Herman sendiri sebenarnya sudah memprediksi, mendekati hari H pemilihan, akan banyak terjadi pelanggaran kampanye termasuk aksi saling menjatuhkan antar caleg dan parpol.
Sumber : kabarpemilu
{ 0 comments… add one now }